
Aug 11, 2025
Introduction
Saya lulus kuliah tahun 2019 dan bergabung di Exsport pada 2020. Meski masih fresh graduate tanpa pengalaman, saya dipercaya membenahi dan mengembangkan brand.
Ketidaktahuan justru menjadi titik balik untuk membentuk diri, belajar, dan mendengarkan banyak perspektif. Prinsip memimpin sambil terus belajar dari siapa pun tetap saya pegang hingga hari ini.
Tahun pertama memimpin brand penuh dengan trial and error, di tengah fase adaptasi besar seperti restrukturisasi, rebranding, dan perubahan model bisnis.
Tim Exsport saat itu masih kecil, sehingga dituntut bergerak cepat. Kesalahan terbesar saya adalah terlalu banyak mengambil alih pekerjaan orang lain, yang justru membuat tidak produktif dan menciptakan ketidaknyamanan dalam tim, hingga beberapa anggota resign.Our Commitment
We believe that education is a lifelong journey. Our community-focused initiatives are designed to be flexible, inclusive, and accessible, ensuring that people of all ages can continue to grow and achieve their goals.
Dari kegagalan itu…
Saya belajar pentingnya membangun rasa kepemilikan dalam tim, memberi ruang untuk eksplorasi, serta membangun gaya kepemimpinan yang lebih kolaboratif dan memberdayakan.
Banyak sosok yang saya kagumi dan pelajari, tetapi ayah saya—founder Exsport—adalah yang paling berpengaruh. Sejak kecil, saya melihat perjuangannya membangun bisnis dengan semangat, inovasi, dan komitmen terhadap kualitas.
Dari beliau, saya belajar melihat peluang di tengah tantangan, pentingnya totalitas, dan nilai keberlanjutan.
Prinsip untuk membawa dampak positif bagi tim, komunitas, dan lingkungan terus menjadi fondasi dalam setiap keputusan saya…
Melanjutkan tongkat estafet ini, saya berkomitmen untuk memastikan Exsport bertumbuh dengan makna dan tujuan yang jelas.
Saya percaya inovasi lahir dari banyaknya referensi, pengalaman, dan pembelajaran sehari-hari. Saya menikmati hal-hal baru seperti travelling, mencoba hobi, berdialog, membaca, dan mengamati sekitar untuk memperkaya perspektif.
Dengan menjaga mindset “setengah penuh”, saya terus membuka ruang untuk belajar dari siapa pun dan kapan pun, agar tetap bertumbuh dan relevan di tengah perubahan industri.
Learning by doing adalah bagian dari budaya kerja sehari-hari.
Kami tidak ragu mencoba hal baru meski belum ada “buku panduan-nya”, seperti saat rebranding 2021 yang banyak melibatkan eksperimen langsung dan adaptasi real-time.
Dalam marketing, kami terus bereksperimen melalui kolaborasi, live shopping, konten UGC, hingga pengelolaan komunitas Gen Z. Tim didorong untuk fail fast, learn faster, sehingga tetap fleksibel, relevan, dan bertumbuh bersama customer.
Berita & Cerita Kami
Ikuti perkembangan terbaru, kegiatan, dan kisah di balik layar PT Dua Puluh Tiga.


